Dari sekian banyak pemberitaan mengenai Joko Widodo atau yang akrab disapa Jokowi, nampaknya masih belum ada yang mengulas skripsi yang ditulisnya semasa kuliah. Dipindai dari Buku Alumni Fakultas Kehutanan UGM 1957- Februari 1988 Jokowi masuk ke Jurusan Teknologi Hasil Hutan, Fakultas Kehutanan, Universitas Gadjah Mada pada tahun 1980. Saat itu sektor kehutanan sedang dalam masa-masa kejayaannya. Sehingga merupakan hal yang wajar banyak yang memilih Fakultas Kehutanan untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Namun, Jokowi tentunya punya alasan tersendiri dengan memilih jurusan Teknologi Hasil Hutan di Fakultas Kehutanan. Sebenarnya tidak begitu sulit untuk menelusuri lokasi tempat skripsi yang ditulis oleh Jokowi berada. Hanya saja harus sedikit membongkar skripsi di lemari yang menampung skripsi-skripsi lama (di bawah tahun 1990). Jangan bayangkan skripsi Jokowi itu sudah berdebu atau lapuk dimakan rayap. Skripsi yang bersampul warna hijau lumut dengan huruf keemasan i...
Sisa-sisa salju di SPring-8 Warna putih yang berasal dari sisa-sisa salju mewarnai rute perjalanan ketika kami hampir tiba di lokasi tujuan, SPring-8. Kesempatan kali ini (2 Februari 2018) adalah kali kedua saya melakukan percobaan di fasilitas sinkrotron generasi ke-3 terbesar di dunia dan tentu terbesar di Jepang. Lokasi fasilitas canggih yang diresmikan tahun 1997 ini berada di daerah perbukitan Harima, Prefektur Hyogo. Suhu udara musim dingin dan matahari yang nampak malu-malu adalah kombinasi yang tepat membuat saya lebih memilih beraktivitas di dalam ruangan. Ada banyak instrumen yang tersedia di Spring-8, instrumen yang biasa kami gunakan adalah X-ray Microtomography di BL20XU. Biasanya instrumen ini digunakan untuk memperoleh gambar tiga dimensi dari suatu material melalui bantuan sinar X-ray. Untuk bisa menggunakan fasilitas ini, sebelumnya kami harus mengikuti semacam kuliah atau pembekalan khusus yang berisi pemahaman dasar ...
Kepengurusan Forestech baru telah lahir, Taman Timur FKT UGM menjadi saksi bisunya . Beberapa tahun belakangan, profesi para lulusan S1 kehutanan seringkali tidak sesuai dengan program studi yang ditempuh selama kuliah. Contohnya saja, ada lulusan Teknologi Hasil Hutan yang bekerja di Taman Nasional, atau lulusan Manajemen Hutan yang bekerja di Persemaian. Hal ini membuat para stakeholder kehutanan ingin menjadikan S1 Kehutanan tidak lagi berdasarkan program-program studi. Di samping itu, mata kuliah keempat program studi (Teknologi Hasil Hutan, Manajemen Hutan, Konservasi Sumber Daya Hutan, dan Budidaya Hutan) ternyata 60% sama. Padahal program studi seharusnya hanya memiliki 40% mata kuliah yang sama dengan program studi yang lain. Pada akhirnya dengan pertimbangan yang matang, untuk pe rtama kalinya General Forestry diterapkan di Fakultas Kehutanan UGM mulai dari angkatan 2010. Namun tetap ada minat atau bagian di dalamnya, yaitu Teknologi Hasil Hutan (THH), Manajemen Hutan ...
Comments
Post a Comment