Ada yang sudah pernah mendengar tentang Basarhut? Basarhut adalah singkatan dari Bakti Sarjanan Kehutanan. Menurut draf permenhut yang akan mengatur tentang Basarhut. Basarhut adalah kegiatan Kementerian Kehutanan untuk memberikan kesempatan dan pengalaman kerja di lapangan bagi lulusan Sarjana (S1) Kehutanan dan Diploma 4 Kehutanan untuk melaksanakan pengabdian pada Negara khususnya dalam pembangunan kehutanan.
Basarhut merupakan terobosan yang dilakukan karena berbagai pertimbangan yang menyangkut pembangunan hutan dan kehutanan. Di dalam milis (mailing list) FOREST_GAM, Bapak Fathoni menyatakan bahwa ada 4 pertimbangan yang menjadikan munculnya Basarhut, yaitu:
Friday, January 18, 2013
Sacred Fire
Seorang pria bernama Ali membutuhkan uang dan meminta Bosnya agar bisa membantunya. Bos Ali memberikan Ali sebuah tantangan: Jika dia bisa menghabiskan waktu sepanjang malam di puncak sebuah gunung, dia akan menerima hadiah besar; Jika dia gagal, dia akan bekerja tanpa dibayar.
Saat dia meninggalkan tokonya, Ali memperhatikan bahwa angin dingin sedang bertiup. Dia merasa takut dan memutuskan untuk bertanya kepada teman terbaiknya, Aydi, jika dia pikir dia telah gila karena telah berani bertaruh. Setelah mempertimbangkan sesuatu beberapa saat, Aydi menjawab, "Jangan khawatir, Aku akan membantumu. Besok malam, saat kamu duduk di puncak gunung, lihatlah lurus ke depan. Aku akan berada di puncak yang gunung yang lain, di mana aku akan menjaga api tetap menyala sepanjang malam untukmu. Lihat ke arah api dan berpikirlah tentang persahabatan kita, dan itu akan menjagamu tetap hangat. Kamu akan mempu melewati malam, dan setelah itu, aku akan memintamu untuk sesuatu sebagai balasannya.
Ali memenangkan taruhan dan mendapatkan uang, dan pergi ke rumah temannya. "Kamu berkata kamu menginginkan semacam bayaran sebagai balasan".
Aydi berkata, "Iya, tapi bukan uang. Berjanjilah bahwa jika angin dingin bertiup melewati kehidupanku, kamu akan menyalakan api persahabatan untukku."
Kisah ini dikutip dari The Aleph karya Paulo Coelho
Saat dia meninggalkan tokonya, Ali memperhatikan bahwa angin dingin sedang bertiup. Dia merasa takut dan memutuskan untuk bertanya kepada teman terbaiknya, Aydi, jika dia pikir dia telah gila karena telah berani bertaruh. Setelah mempertimbangkan sesuatu beberapa saat, Aydi menjawab, "Jangan khawatir, Aku akan membantumu. Besok malam, saat kamu duduk di puncak gunung, lihatlah lurus ke depan. Aku akan berada di puncak yang gunung yang lain, di mana aku akan menjaga api tetap menyala sepanjang malam untukmu. Lihat ke arah api dan berpikirlah tentang persahabatan kita, dan itu akan menjagamu tetap hangat. Kamu akan mempu melewati malam, dan setelah itu, aku akan memintamu untuk sesuatu sebagai balasannya.
Ali memenangkan taruhan dan mendapatkan uang, dan pergi ke rumah temannya. "Kamu berkata kamu menginginkan semacam bayaran sebagai balasan".
Aydi berkata, "Iya, tapi bukan uang. Berjanjilah bahwa jika angin dingin bertiup melewati kehidupanku, kamu akan menyalakan api persahabatan untukku."
Kisah ini dikutip dari The Aleph karya Paulo Coelho
The Aleph (Sebuah Resensi)
Aleph Penulis: Paulo Coelho Penerjemah ke Bahasa Inggris: Margaret Jull Costa Vintage ISBN: 978-0-307-95069-7 Penerbit: Vintage Books Jumlah halaman: 26 |
Nampaknya penggemar novel di Indonesia tidak asing lagi dengan nama Paulo Coelho. Karyanya yang lain yang sudah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia sudah cukup banyak. Di antaranya Sang Alkemis, Ziarah, Di Tepi Sungai Piedra Aku Duduk dan Menangis
Veronica Decides to Die, Sebelas Menit, Zahir, Iblis and Miss Prym, Brida, Sang Penyihir dari Portobello, Gunung Kelima, Seperti Sungai yang mengalir dan Sang Pemenang Berdiri Sendirian.
Novel ini berbeda dengan novel-novel Paulo sebelumnya. Di Aleph, tokoh utamanya adalah Paulo sendiri. Paulo menceritakan perjalanan yang ditempuh oleh Paulo karena dia sedang mengalami krisis atas keyakinannya. Ada suatu pertanyaan yang membuatnya sangat galau.
Kemi 2: Menyusuri Jejak Konspirasi (Sebuah Resensi)
![]() |
Kemi 2: Menyelusuri Jejak Konspirasi Penulis: Adian husaini (@husainiadian) Penyunting: Ika W. ISBN: 978-602-250-068-1 Jumlah halaman: 253 Penerbit: Gema Insani Press |
Siapakah Kemi? Kemi, yang bernama lengkap Ahmad Sukaimi, adalah seorang santri cerdas yang mencoba mncari tantangan dengan berkuliah di Jakarta. Pada novel Kemi 1 (Kemi: Cinta Kebebasan yang Tersesat) diceritakan, bahwa Kemi tertarik dengan pemikiran liberal yg ia temui ketika kuliah di Jakarta, terutama terkait gagasan Islam liberal. Akhirnya dia pun melibatkan diri utk menyebarkan pemikiran ini, dia berkenalan baik dengan Siti yang juga aktif menyebarkan pemikiran ini.
Tuesday, January 8, 2013
PhotoThisWeek#1
Ada pemandangan yang berbeda di kampus. Sekarang ada tempat sampah warna-warni alias tempat sampah yang ditujukan untuk mengklasifikasikan jenis sampah. Setelah sekian lama saya berada di Fakultas Kehutanan UGM, akhirnya tempat sampah ini baru disediakan sekarang. Semoga civitas academica Fakultas Kehutanan UGM makin rajin buang sampah ya, nggak cuma nyampah di jejaring sosial : D
Free Online Journal
I will share to you about online journal subscription. Universitas Gadjah Mada have subscribe some international online journal to support learning activity. Whereas so much money to pay subscription fee. But many students don't yet know about this information. And there's no effort from UGM to introduce this to students. I don't know why.
You can get FREE journal via online. Visit lib.ugm.ac.id and then click Direct Access Jurnal Online. If you want to sign in, use user id UGM's email. If you haven't yet user id UGM's email, just activate it at PSDI UGM (south of Purna Budaya Building)
You can get FREE journal via online. Visit lib.ugm.ac.id and then click Direct Access Jurnal Online. If you want to sign in, use user id UGM's email. If you haven't yet user id UGM's email, just activate it at PSDI UGM (south of Purna Budaya Building)
Wednesday, January 2, 2013
Ceritakan Ceritamu
This evening, I read a blog that is written by one of Faculty of Forestry's student. I realized that blog writer is more honest than novel writers. Why? Because she is writing to tell people about her story. Otherwise, novel writers are writing to entertain their readers so they need to make story, not to tell story.
Ya.. blog yang ditulis oleh Opphii Kartika Wiyanadinata sangat menginspirasi bagi kita tentang makna sebuah perjalanan (Journey). Cerita yang disuguhkannya sungguh telah membuat saya iri. Sebagai seorang wanita, dia cukup kuat untuk menaklukkan puncak-puncak gunung di pulau Jawa. Ya.. jika dibandingkan dengan saya, saya baru berhasil mendaki satu puncak, Merapi. Sedangkan dia, saya yakin jumlah jari di satu tangan sudah terlewati (lebih dari 5 kali). Perhaps if I agree to hike with Arif Dharma and Rizky, saya bisa menambah 1 daftar puncak yang berhasil didaki, Merbabu.
Subscribe to:
Posts (Atom)