Direktur perusahaan ini adalah Ibu A. Sita Revuelta dan suaminya sendiri yang menjadi komisaris, Hugues Revuelta. Hugues atau yang biasa disapa Hugo adalah seorang warga negara Perancis. Ibu Sita yang merupakan alumnus Desain Interior Institut Seni Indonesia ini mengawali bisnis dengan trading mebel ke luar negeri. Trading yang dimaksud di sini adalah, orderan yang mereka terima dari konsumen dikerjakan oleh orang lain. Namun atas dasar idealismenya, Ibu Sita akhirnya mencoba terjun ke manufaktur mebel hingga saat ini.
Bahan baku yang digunakan oleh perusahaan ini terbilang unik. Mereka menggunakan kayu jati bekas sebagai bahan bakunya. Kayu jati bekas tersebut biasanya diperoleh dari bongkaran-bongkaran rumah lawas. Kecenderungan orang Indonesia yang menganggap modern itu adalah bangunan-bangunan beton malah menjadi ladang bisnis yang cukup menjanjikan.

Kayu-kayu lain yang digunakan sebagai bahan baku di antaranya adalah black walnut, white oak, kayu bekas palet, mindi dan lain-lain. Untuk kayu walnut dan oak sendiri merupakan kayu yang didapatkan dari importir. Jenis kayu tersebut dapat dikatakan sebagai "jati" bagi orang barat. Jika dilihat penampakan kayunya, walnut dan oak memang memiliki penampakan yang indah. Sehingga wajar jika konsumen menyukai produk yang menggunakan bahan baku dari kayu tersebut.
Dalam PI ini saya tidak sendiri. Empat orang rekan yang membersamai saya kali ini adalah Rudy, Mindoro, Umi, dan Aris.Kami mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya kepada Ibu Sita dan segenap karyawan PT. Ide Studio Indonesia atas bantuan-bantuan yang sangat berharga ini. Semoga PT. Ide Studio Indonesia bisa semakin maju dan sukses!
No comments:
Post a Comment